Sabtu, 14 Maret 2009

Sekilas tentang WetLand Desa Tungkaran Kecamatan Martapura

hmMmmm..
laHan basaH.. aPa iAaa..

sering denger.. tapi g tau arti sebenernya..
hehehe..
jadi setelah dapet tugas daRi bPa Kris..
googLing degh..

aKhirnya..

dapet juga..

menurut konvensi RaMsaR...

Lahan basah (wetland) itu didefinisikan sebagai daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan; alami atau buatan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir; tawar, payau, atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari 6 meter pada waktu air surut.




Wetland merupakan daerah yang memiliki lahan tanah yang jenuh dengan uap air baik secara permanen atau musiman. Daerah seperti ini juga dapat meliputi sebagian atau sepenuhnya oleh dangkal renang air. Air yang ditemukan di Wetlands dapat memiliki rasa asin, tawar atau payau.

Fungsi wetland antara lain sebagai pengendali banjir, sebagai sumber mata air, berperan penting dalam pengelolaan gas rumah kaca (terutama karbon dioksida) dan penyangga dampak perubahan iklim, menjaga keanekaragaman hayati, sebagai tempat pariwisata dan rekreasi karena keindahan alam serta keanekaragaman tumbuh-tumbuhannya. Selain itu Wetlands memberikan berbagai manfaat kepada manusia lainnya dalam bentuk produk yang dapat dimanfaatkan untuk manusia gunakan. Kisaran besar adalah: buah-buahan, ikan, kerang, rusa, daging buaya dan lainnya, Resins, kayu untuk bangunan, fuelwood, reeds untuk thatching dan tenun, makanan untuk hewan, dll.

Salah satu wetland dikalimantan khususnya kalimantan selatan adalah di desa tungkaran kota martapura provinsi kalimantan selatan. Desa ini terletak pada garis lintang selatan 30 37’ 22, 8” dan lintang utara 1140 42’ 09, 2”. jenis Wetland yang ada didesa tungkaran berjenis daerah rawa. rawa sendiri diartikan sebagai tanah yang rendah dan digenangi air, biasanya banyak terdapat tumbuhan air. Penggenangan air di rawa dapat bersifat musiman ataupun permanen.

Hutan rawa memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Pun dengan desa tungkaran yang banyak ditumbuhi oleh tanaman serta dihuni bebapa jenis hewan rawa, antara lain :


· Kayapu



Tanaman yang memiliki nama ilmiah Salvinia Cucullata ini memang banyak kita jumpai di daerah rawa berfungsi sebagai makanan ikan-ikan kecil di daerah rawa.


· Eceng Gondok

Eceng gondok atau enceng gondok (Latin : Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ektrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO). Walaupun Eceng gondok sering dianggap gulma Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida.


· Purun tikus

Purun tikus atau nama ilmiahnya Eleocharis dulcis yang kalau dalam ilmu taksonomi digolongkan cyperaceae merupakan tumbuhan khas lahan rawa. Tanaman air ini banyak ditemui pada tanah sulfat masam dengan tipe tanah lempung atau humus. Tanaman purun tikus ini dapat dikatakan bersifat spesifik lahan sulfat masam, karena sifatnya yang tahan terhadap kemasaman tinggi (pH 2,5-3,5). Oleh sebab hal tersebut, tumbuhan ini dapat dijadikan vegetasi indikator untuk tanah sulfat masam.


· Teratai
Teratai dibudidayakan di perairan dan kolam, kadang ditemukan tumbuh liar di rawa-rawa. Tanaman air yang tumbuh tegak. Rimpang tebal bersisik, tumbuh menjalar. Daun dan bunga keluar langsung dari rimpangnya yang terikat pada lumpur di dasar kolam. Teratai dapat dimanfaatkan untuk mengobati Diare, disentri, keputihan, kanker nasopharynx, demam, insomnia; Hipertensi, muntah darah, mimisan, batuk darah, sakit jantung; Beri-beri, sakit kepala, berak dan kencing darah, anemia, ejakulasi.


· Ikan gabus
Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan gabus biasa didapati di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Sebetulnya ikan gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan-ikan gabus liar yang ditangkap dari sungai, danau dan rawa-rawa di Sumatra dan Kalimantan kerap kali diasinkan sebelum diperdagangkan antar pulau. Ikan gabus juga merupakan ikan pancingan yang menyenangkan. Dengan umpan hidup berupa serangga atau anak kodok, gabus relatif mudah dipancing. Akan tetapi ikan ini juga dapat sangat merugikan, yakni apabila masuk ke kolam-kolam pemeliharaan, ikan gabus sangat rakus memangsa ikan kecil-kecil, sehingga bisa menghabiskan ikan-ikan yang dipelihara di kolam, utamanya bila ikan peliharaan itu masih berukuran kecil.


· Belut
Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikan, katak, serangga, serta krustasea kecil.


· Cacing tanah

Cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus adalah cacing tanah yang tergolong dalam kelompok binatang avertebrata (tidak bertulang belakang) yang hidupnya di tanah yang gembur dan lembab. Cacing ini adalah salah satu jenis cacing yang termasuk dalam kelompok cacing epigeic. Kedua jenis cacing ini sangat mudah untuk diternak ,selain itu perkembangbiakannya sangat cepat dibanding dengan jenis cacing lain. Manfaat cacing tanah selain dapat menggeburkan tanah, dapat pula menyembuhkan penyakit misalnya tipus, menurunkan kolesterol, dll.


Wetland / rawa yang berada didesa tungkaran yang memiliki luas sekitar 25 hektar ini dulu merupakan lahan tidur yang tidak difungsikan, hal ini dikarenakan daerah rawa sulit dimanfaatkan untuk daerah pertanian. Namun dengan bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar serta masyarakat setempat, lahan tidur ini dialih fungsikan menjadi lahan yang menjanjikan. Lahan ini ditanami kacang tanah yang apabila dipanen melebihi panen padi yang selama ini menjadi andalan kabupaten banjar.


Desa tungkaran memang cocok ditanami kacang tanah, selain karena tanahnya subur, potensi pupuk kandang juga tersedia dikawasan ini. Selain kacang tanah, jagung dan palawija juga dikembangkan untuk mengubah lahan tidur menjadi lahan yang menjanjikan bagi masyarakat. Bahkan kelapa sawit pun sedang dikembang di daerah ini.



Selain itu, masyarakat didesa ini pun memanfaatkan lahan ini dengan membuat tambak ikan ataupun mencari ikan dengan cara memancing. Padi-padi pun banyak ditanam disekitar rumah warga, walaupun padi yang ditanam hanya berskala kecil.


Seiring dengan perkembangan zaman dan bertambahnya jumlah penduduk khususnya Kalimantan selatan. Maka semakin banyak pula kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah tempat tinggal. Dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong, termasuk lahan basah maka dibangunlah perumahan-perumahan warga. padahal lahan basah sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di alam, khususnya bumi Kalimantan Selatan. Apabila hutan rawa hilang dan tergantikan oleh perumahan penduduk serta pembangunan fasilitas-fasilitas umum, maka akan menimbulkan kerugian bagi manusia itu sendiri, antara lain :
1. dapat mengakibatkan kekeringan
2. dapat mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan
3. dapat mengakibatkan banjir
4. hilangnya flora dan fauna di dalamnya
5. sumber mata pencaharian penduduk setempat berkurang
6. Hilangnya sumber penelitian/pembelajaran tentang rawa.

Untuk mengatasi masalah ini, hendaknya semenjak dini, daerah lahan basah khususnya rawa dijadikan cagar alam. Contoh rawa yang sekarang menjadi cagar alam adalah cagar alam muara angke. Cagar alam muara angke terletak dibagian utara kota Jakarta, keberadaannya membentang sepanjang garis pantai dari muara karang ke barat ke arah kamal dengan panjang kurang lebih 5 km lebar 100 meter dengan luas kurang lebih 50,80 Ha.

Selain itu, masyarakat yang hidup disekitar wilayah wetland / lahan basah hendaknya lebih memahami lagi tentang pentingnya menjaga lingkungan, salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan adalah dengan tidak membuang sampah disembarang tempat serta banyak lagi cara-cara lainnya.


Penulis :
Nama : Nina Ambar Sari

NIM : J1C108227

Prodi : Biologi